Slider

Powered by Blogger.
Latest Post

Kisah Buruh Cuci Mobil Yang Sukses Menjadi Developer

Written By Unknown on Thursday, May 2, 2013 | 1:17 AM



Kisah Buruh Cuci Mobil Yang Sukses Menjadi Developer

Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.

Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.

Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.

Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok. Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.

Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.

Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah,

membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2. Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.

Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini.

“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.

Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri. “Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.
Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.
“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”

dan tentunya ketika anda berniat menjadi developer property, akan lebih baik jika mengikuti pelatihan di sini

Kenapa Developer Menjual Rumah dengan Harga Mahal ?



Kenapa Developer Menjual Rumah Dengan Harga Mahal?

Kenapa Developer Menjual Rumah Dengan Harga Mahal? Mungkin Anda termasuk orang yang mempertanyakan hal tersebut. Ada anggapan dari masyarakat, beberapa developer sengaja hanya membidik segmen pasar rumah kelas atas, dengan menawarkan harga rumah miliaran rupiah. Hal ini ditepis oleh developer, kenapa? rumah mahal sengaja dijual karena infrastruktur pada kawasan tersebut telah terbentuk. Sehingga komunitas pun ramai, yang menjadikan nilai kawasan lebih tinggi dibandingkan 5-10 tahun lalu. "Harga mahal itu tergantung. Ada di fase mana? Mereka lihatnya sekarang," jelas Direktur Marketing PT Alam Sutera Tbk (ASRI), Lilia Sutera. "Kalau gede (mahal) karena yang kecil-kecil udah banyak. Tinggal di lokasi tertentu. Infrastruktur juga telah terbangun. Selama membangun itu, kita kan butuh duit kembali," ucap Lilia.

Lilia mencontohkan, bagaimana di awal pembangunan Alam Sutera menyediakan rumah dengan harga terjangkau, tipe kecil seharga Rp 200 juta. Nilai banyak dilakukan oleh developer. Alasannya, perseroan ingin menciptakan komunitas baru, yang membaur dengan penduduk asli. "Kalau mulai akan dengan tipe kecil. Kita tidak ingin banyak berbeda dengan penduduk asli, sehingga tidak ada social gap dan penduduk asli juga bisa menyerap rumah kami," tuturnya.

Dalam memulai proyeknya, perseroan selalu mengutamakan kualitas hidup keluarga. Caranya dengan menghadirkan pendidikan berkualitas di Serpong. Berjalannya waktu, komunitas hadir dengan pola pikir baik dan bernalar bagus. "Waktu pertama sekali kita membangun jaman rikiplik, tahun 80-an adalah sekolah. Dengan demikian, orang jauh-jauh mau datang disini. Lama-lama membeli rumah, kemudian senang. Saat komunitas ada, perlu ritel, hiburan. Maka saat ini kami terus membangun itu," imbuhnya.

Kenapa Harus Ikut Assosiasi REI?

Written By Unknown on Wednesday, May 1, 2013 | 2:40 AM



Setiap jenis profesi dan pelaku usaha memerlukan asosiasi, perkumpulan yang mewadahi sekaligus menjadi identitas kolektif mereka. Asosiasi dibentuk atas kepentingan pencapain visi bersama dan sebagai payung kelembagaan dalam melakukan aktifitas profesi dan usaha. Prinsip dasar adalah bebas, bertanggung jawab dan dapat berafiliasi dengan banyak pihak yang berhubungan dengan jenis usahanya, termasuk dengan pemerintah. Real Estate Indonesia (REI) adalah asosiasinya para pengembang perumahan yang sering disebut sebagai Developer. REI diakui dan menjadi stake holders pemerintah dalam menjalankan amanat Undang-undang untuk menyediakan rumah bagi rakyat Indonesia, demikian antara lain visi utamanya.
REI punya peran strategis bersama institusi lain, dalam hal ini Perbankan, Pemda, BPN, Departemen Pajak dan lainnya, untuk mengatur ruang gerak aktifitasnya internal dan ekternalnya selaku pelaksana kebijakan stratgis dan taktis di bidang perumahan. Salah satu contoh peran strategis dan fundamental dari REI, nyata setelah diberlakukannya ketetapan bahwa hanya perusahaan pengembang yang menjadi anggota REI saja, yang dapat diberikan ijin oleh Pemda untuk melakukan aktifitas membangun perumahan.
Bukti lain dari peran penting REI adalah ketika bank tertentu menyaratkan secara mutlak keangotaan REI bagi developer perumahan untuk dapat mengambil dukungan pembiayaan kredit modal konstruksi. Perlu disadari bagi pengembang perumahan, khususnya yang baru berdiri untuk menjadi bagian dari asosiasi REI. Dimaksudkan agar segala aktifiitas usahanya menjadi jelas, memilki dasar kuat, dan legal karena bergabung dalam asosiasi yang sah. Perusahaan pengembang memiliki tanggungjawab terhadap aktifitas dan dampak usahanya bagi masyarakat luas. Tangung jawab secara internal menjual produk perumahan yang legal dan tanggung jawab ekternal menyediakan perumahan massal yang mudah dan murah, sebagai mitra pemerintah. Dan REI adalah asosiasi yang mengatur demi tercapainya tujuan tersebut.

Green Building Fever



Ditengah gegap gempita kabar semakin memanasnya bumi maka para developer berlomba-lomba membangun gedung berkonsep green building. Dalam sebuah Seminar dari Sinarmas land bertemakan Tren Green Building di Indonesia, para ahli sepakat untuk mempercepat pembangunan green building di Indonesia. Konsep green sendiri mencakup bangunan yang dibangun dengan perhatikan beberapa kaidah lingkungan yaitu:

1.Hemat energi
2.Hemat air
3.Hemat buangan drainase
4.Menggunakan material akrab lingkungan
5.Memiliki pengaturan udara dalam bangunan yang sehat
6.Memiliki tapak hijau tapak standard

Green building sendiri dibangun untuk membangun kesadaran pelaku pembangunan akan dampak pemanasan global, perusakan ozon dan dampaknya. Serta untuk membentuk kesadaran pentingnya menghemat energi, air dan sumberdaya untuk generasi selanjutnya. Selain itu, untuk mengurangi emisi C02 dan untuk menghasilkan gedung yang lebih sehat dari bangunan biasa sehingga orang-orang yang ada di dalamnya menjadi lebih sehat juga dan menjadi lebih produktif lagi.

Tips Menghadapi Makelar Tanah

Written By Unknown on Tuesday, April 30, 2013 | 2:26 AM


Sebagai pengembang properti (Property Developer) dalam berburu lahan hot deal mau tidak mau terkadang harus berhubungan dengan makelar tanah atau calo. Ada sisi positif dan negatifnya bila kita menjalin hubungan dengan makelar tanah. Diantara sisi positifnya mereka akan mempermudah kita menemukan siapa pemilik lokasi yang sedang kita incar. Sebab biasanya para makelar tanah telah memiliki daftar pemilik lahan disuatu wilayah. Walaupun kebanyakan orang berpandangan negatif dengan makelar tanah dengan menuduh mereka suka berdusta (bahkan ada yang menyebut dengan “biong” alias biangnya bohong), toh kita tidak boleh menggeneralisir. Tidak semua orang sama, akan selalu ada manusia jujur dan tidak jujur diprofesi apapun.
Nah, bagaimana triknya agar kita tidak terjebak oleh makelar tanah yang tidak jujur? Simak tips berikut :

1. Jangan pernah melakukan transaksi pembelian tanah hanya dengan makelar, minta kenalkan kepada pemiliknya langsung.
2. Jangan pernah menyerahkan dana pembelian (misal DP) kepada makelar, walaupun mereka mengatasnamakan pemilik lahan.
3. Ketahui dengan pasti berapa sebenarnya harga lahan yang diinginkan oleh si pemilik, jangan hanya percaya harga yang ditawarkan makelar.
4. Periksa surat menyurat kepemilikan. Jika sertifikat, cek keabsahannya kepada staf BPN.
5. Libatkan pihak BPN dalam pengukuran tanah, walaupun tanah sudah memiliki SHM.
6. Ingat, posisi makelar hanya sebagai mediator antara anda dengan si pemilik lahan.
7. Bila makelar tidak percaya kepada anda atau takut jatah mereka “lenyap” setelah terjadi transaksi, buatkan surat kesepakatan pemberian komisi dengan syarat mereka mau menunjukkan siapa pemilik lahan yang sebenarnya.

Bagaimana....? Sudah cukup jelas kan..? Paling penting, jangan sampai anda terjebak pada pembelian tanah bermasalah atau sengketa. Jadi jangan mudah percaya kepada makelar yang mengatakan tanah alias lahan yang anda incar itu aman dari sengketa. Ingat, jika sampai muncul sengketa tanah, anda akan banyak kehilangan waktu dan biaya untuk menyelesaikannya. Dari itu hindari sedini mungkin.

Sumber Modal Developer Properti





Bisnis developer sama saja dengan bisnis lainnya, sama-sama perlu modal. But, meskipun banyak yang beranggapan bahwa bisnis developer properti adalah bisnis padat modal alias high intensive capital, ternyata faktanya banyak developer yang malah “hanya” bermodal dengkul, alias mengandalkan modal yang bersumber dari pihak lain. Ini tidak hanya dilakukan oleh developer pemula, bahkan developer kelas atas pun tetap saja lebih “betah” menggunakan modal dari pihak lain alias bukan bersumber dari kantong mereka. Nah, darimana saja sumber modal developer, mari kita simak : 

Sumber Modal 1 : Kredit Bank 
Tidak sedikit developer properti bahkan pebisnis lainnya menggunakan modal yang bersumber dari pihak bank. Khusus bagi developer properti selain Kredit Konstruksi, KYG atau Kredit Modal Kerja lainnya modal yang bisa dilirik adalah dengan memanfaatkan fasilitas KPR Indent. KPR Indent artinya KPR disaat rumah masih indent alias belum selesai dibangun. Anda yang tertarik untuk memanfaatkan fasilitas KPR Indent bisa berkonsultasi dengan pihak Bank untuk medapatkan keterangan lebih jelas tentang sumber modal tersebut. 

Sumber Modal 2 : Kontraktor 
Modal dari kontraktor? Apa tidak salah? Ya, benar. Kontraktor bisa jadi sumber modal bagi developer. Misalnya dengan menggunakan strategi Turn Key Project. Strategi ini adalah mengadakan perjanjian dengan pihak kontraktor yang akan mengerjakan proyek development anda agar pembayaran dilakukan setelah kontraktor selesai mengerjakan proyek dan menyerahterimakan hasil kerjanya kepada developer yang ditindak lanjuti dengan terjadinya akad kredit. Dengan strategi ini developer tidak perlu mengeluarkan modal untuk biaya pembangunan. Setelah developer mendapatkan pencairan KPR dari pihak Bank, baru pembayaran kepada pihak kontraktor dilakukan. Jadi pemodal sebenarnya adalah kontraktor, tanpa bunga atau profit sharing. 

Sumber Modal 3 : Supplier
Supplier material pun bisa dijadikan sebagai sumber modal oleh developer. Misal, sebuah perusahaan real estate developer mengerjakan sebuah proyek pengembangan kawasan, untuk mengerjakan proyek tersebut diserahkan kepada kontraktor. But, yang diserahkan kepada kontraktor hanya pengerjaan konstruksi dengan janji bayar setelah akah kredit, artinya untuk upah/biaya pengerjaan developer tidak perlu keluar modal. Selanjutnya, untuk pengadaan material developer meminta jangka waktu kepada pihak pemasok (supplier). Dengan memberikan harga lebih, kontraktor dapat dilobi agar pembayaran dilakukan setelah pencairan KPR oleh pihak Bank. Dengan demikian, developer tidak perlu keluar modal untuk membeli material. 

Demikian 3 sumber modal bagi developer. Sebelumnya, untuk mendapatkan lahan gunakan strategi yang saya jelaskan di artikelStrategi Mendapatkan Lahan, kemudian untuk pengerjaan manfaatkan sistem pembayaran Turn Key Project dan untuk modal material lobi saja pihak supplier (pemasok). Benar-benar tanpa modal. Hanya modal perencanaan dan keberanian. Siap action...?? 

Salam Sehat dan Sukses

Ikuti Pelatihan agar menjadi developer property sukses di sini

Mau Menjadi Developer Properti?

Written By Unknown on Monday, April 29, 2013 | 2:16 AM


Mau menjadi developer properti? Bagaimana caranya? Banyak orang menyangka bahwa untukmenjadi developer properti perlu modal besar. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya keliru namun tidak sepenuhnya juga benar, karena untuk menjadi developer properti bisa juga dilakukan tanpa modal. Bahkan Anda juga bisa mengaplikasikan cara mudah menjadi developer properti tanpa modal, selama Anda punya tekad yang kuat. Apa saja langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menjadi seorang developer properti? Simak disini.

Dasar-Dasar Menjadi Developer Properti
Untuk menjadi developer properti, minimal Anda harus mengerti empat hal berikut ini :
1. Developer properti harus mengerti RAB.
Belajar tentang rencana anggaran biaya (RAB) adalah mutlak harus dimengerti saat Anda ingin menjadi developer. Dengan memahami RAB keuangan akan bisa diprediksi, apakah itu untuk tanah, pembuatan bangunan, penjualan maupun untuk cash flow.
2. Developer properti harus pandai melobi pemilik tanah.
Bila ingin menjadi developer properti, Anda harus mengerti siapa saja pemilik tanah yang bisa diajak kerjasama sebagai modal dasar dan pintu kemenangan untuk menjadi developer. Sebab tidak semua pemilik tanah bersedia untuk digunakan tanahnya menjadi bangunan gudang atau pun perumahan.
Untuk membuat para pemilik tanah itu mau bekerja sama dengan Anda, salah satu cara yang biasanya berhasil adalah dengan cara melibatkan pemilik tanah dalam organisasi kerja Anda, baik itu menjadikan mereka sebagai anggota komisaris jika mereka mengerti seluk beluk developer, atau juga menjadi kepala mandor jika mereka hanya mengerti seluk beluk bangunan.
Cara ini memungkinkan pemilik tanah mengerti prosesnya dan mereka merasa yakin kalau prosesnya berjalan secara fair. Walau demikian tidak semua pemilik tanah dapat Anda ajak kerjasama. Berikut ini adalah kriteria yang bisa Anda ajak kerjasama. Idealnya, pemilik tanah yang bisa Anda ajak kerjasama adalah pemilik tanah yang luas, pemilik tanah yang sempit kurang baik untuk diajak kerjasama. Tanah yang berlokasi strategis. Tanah yang berada di dekat kuburan atau bekas kuburan relatif tidak banyak peminat.
3. Developer properti harus mengerti seluk beluk bangunan.
Mau tidak mau jika Anda ingin menjadi developer, Anda harus mengerti juga seluk beluk bangunan, sebab kontraktor pun juga mencari untung yang tak jarang demi keuntungan yang besar, kualitas dikorbankan.
Oleh karena itu, Anda harus membuat perhitungan dengan kontraktor tentang spesifikasi bahan bangunan. Anda tidak perlu bingung, jika perusahaan Anda sudah bisa bekerja sama dengan pemilik tanah, para kontraktor dijamin akan antri di kantor Anda.
4. Developer harus kenal dengan perbankan.
Sebagai developer properti, Anda pun harus tahu perbankan mana yang bisa diajak kerjasama dan yakin saja, Anda tidak akan kesulitan untuk mencari bank, sebab pada prinsipnya mereka pun juga butuh nasabah. Supaya proses pencairannya lancar dan tidak ada masalah di belakang hari, sebaiknya saat pencairan biaya KPR, Anda split saja atas nama rekening developer, rekening pemilik tanah dan rekening kontraktor.

Sekilas memang untuk menjadi developer properti terlihat mudah, namun pada prakteknya Anda akan menemui kendala. Oleh sebab itu jika Anda pemula sebaiknya pilih proyek yang tidak terlalu besar, sehingga resiko yang Anda dapatkan pun tidak terlalu besar juga.
Oke, udah siap menjadi developer properti..?? Silakan pelajari lebih lanjut seluk beluk menjadi developer properti di blog ini. Silakan cari informasi dan strategi yang Anda butuhkan di arsip kami.

Salam Sehat dan Sukses

ikuti pelatihan agar menjadi developer hebat di sini
 
Support : Blog Unik | Website PBA | Property bussiness academy
Copyright © 2011. Training Property - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger