Slider

Powered by Blogger.
Latest Post

Jangan Asal Memutuskan Memulai Bisnis Penyewaan Properti

Written By Unknown on Thursday, June 6, 2013 | 8:02 PM


Riset terakhir konsultan properti Knight and Frank memaparkan, harga properti residensial mewah di Jakarta mencatat kenaikan 80 persen dalam lima tahun terakhir. Knight and Frank mencatat, harga residensial mewah di Jakarta mencapai 3.746 dolar AS per meter persegi atau setara Rp 36,33 juta dengan asumsi harga dolar AS setara Rp 9.700. Nah, peluang berbisnis properti sewa Anda pun bisa turut mencicipi legitnya peruntungan di investasi ini, bukan?


Jika memakai dana menganggur pastikan tidak mengganggu arus kas dan rencana keuangan lain.
-- Farah Dini

Tentu saja, itu bisa terwujud. Hanya, dengan catatan, modalnya cukup dan memahami betul risiko-risiko yang ada. Bagaimana pun, hukum investasi "high risk, high return" harus selalu Anda ingat.

Investasi di properti termasuk investasi "kelas berat". Sebab, kita membutuhkan modal lebih banyak. Belum lagi, properti tidak selikuid saham, reksadana, atau emas ketika Anda butuh mencairkannya. Jadi, investor properti memang benar-benar butuh amunisi lebih gemuk.

Namun, sebagai salah satu langkah diversifikasi portofolio investasi, tak salah kalau Anda serius menimbang peluang masuk ke instrumen investasi ini untuk memburu keuntungan. Bisnis dan investasi di properti menawarkan paling tidak dua keuntungan. Pertama, keuntungan dari kenaikan harga properti yang didapatkan dari selisih harga beli dengan harga jual (capital gain). Nilai capital gain bisa sangat besar, tapi kepemilikan properti lepas dari tangan Anda.

Kedua, keuntungan dari sisi arus kas (cash flow) dari hasil penyewaan aset properti. Keuntungan menyewakan properti mungkin tidak sebesar saat Anda menjualnya. Namun, Anda bisa mengantongi pendapatan rutin jika menyewakan tanpa kehilangan kepemilikan.

Jika Anda beruntung bisa menyewakan unit properti sesuai target pendapatan, hasil dari sewa itu bisa dimanfaatkan untuk membayar cicilan kredit. Anda juga bisa memanfaatkannya untuk mendukung tujuan keuangan lain, seperti menyiapkan dana pensiun atau dana pendidikan anak kelak. Nah, Apa saja yang perlu Anda perhatikan dan cermati dalam memanfaatkan peluang penyewaan properti?

Diana Sandjaja, perencana keuangan MRE Consulting, mengingatkan, hal paling prinsip berinvestasi di produk apa pun, termasuk aset properti, adalah menentukan tujuan.

"Tentukan dulu, apakah kita akan menjadikan properti sebagai sumber pendapatan, atau diversifikasi aset mendukung tujuan keuangan?" ujar Diana.

Jika hendak menjadikannya sebagai sumber pendapatan, maka menyewakan unit properti yang kita miliki menjadi strategi paling tepat. Anda bisa mengantongi pendapatan rutin dari ongkos sewa.

"Jika ingin menyewakan properti atau pun jual beli properti, bagaimana rencana pembayaran Anda? Itu yang harus dijawab terlebih dulu," kata Farah Dini, perencana keuangan Fin-Ally Planning and Consulting.

Pertimbangkan kondisi kantong

Untuk menyewakan properti, Anda tentu harus punya aset berupa properti. Jika saat ini sudah memiliki modal tersebut, mungkin persiapan yang harus Anda susun tidak terlalu rumit dan banyak. Anda tinggal memoles si calon mesin uang agar layak disewakan.

Anda juga perlu menentukan tarif sewa, mengantisipasi biaya-biaya yang timbul dari kegiatan penyewaan, seperti biaya perawatan dan sebagainya, juga biaya promosi untuk mencari penyewa. Ingat, semua itu butuh ongkos. Maka, pastikan besar biaya atau modal yang harus Anda keluarkan di awal usaha tersebut tidak mengganggu arus kas kocek Anda. Apalagi, sampai mengganggu tujuan keuangan yang sudah Anda jalankan selama ini, seperti dana pendidikan atau dana pensiun.

Lain cerita jika saat ini Anda baru sebatas berniat membeli properti untuk kelak disewakan. Pekerjaan rumah alias PR yang harus Anda selesaikan tentu lebih banyak.

Ambil contoh, apakah pembelian melalui KPR atau tunai langsung, atau tunai bertahap? Jika pilihan Anda KPR atau KPA, tentu harus menyiapkan dana untuk uang muka. Apakah dana itu sudah ada? Jangan lupa, KPR dan KPA juga berbuntut biaya-biaya lain yang harus ditanggung seperti biaya administrasi, asuransi, sertifikat, pajak, dan sebagainya.

"Bagaimana Anda mengumpulkan dana tersebut? Jika memakai dana menganggur pastikan tidak mengganggu arus kas dan rencana keuangan lain," saran Dini.

Ingat, batas maksimal cicilan utang adalah 30 persen dari total penghasilan bulanan Anda. Sementara itu, menurut Prita Ghozie, perencana keuangan ZAP Finance, Anda pun harus mencermati skema pinjaman, utamanya tingkat bunga dan penalti jika pelunasan dipercepat.

"Pemasukan sewa bulanan harus dapat menutup cicilan dan biaya perawatan properti," kata Prita.

Pilih target pasar

Menentukan target pasar atau calon penyewa merupakan langkah sangat penting karena berimplikasi pada banyak hal. Pertama, jenis properti yang hendak Anda sewakan.

Tentu saja, jika target pasar Anda adalah mahasiswa, membeli unit apartemen tipe studio lebih tepat ketimbang membeli unit lebih besar dan lengkap. Sebaliknya, jika target pasar Anda adalah para ekspatriat, maka belilah residensial (landed house) yang lengkap dengan kolam renang.

Sementara itu, jika Anda mengincar pebisnis, memilih ruko atau rukan tentu lebih cocok. Prita menambahkan, untuk properti apartemen, pasar di Indonesia lebih menyukai tipe yang berisi dua kamar.

Kedua adalah penentuan lokasi. Lokasi properti di dekat pusat pendidikan seperti sekolah atau universitas tentu lebih pas jika Anda menyasar pasar dari kalangan mahasiswa. Sebaliknya, jika target Anda adalah pekerja, entah lokal maupun asing, ada baiknya memilih lokasi dekat dengan pusat bisnis atau industri.

Riset harga sewa

Setelah Anda sudah memastikan siapa target pasar atau calon penyewa unit properti Anda, langkah selanjutnya adalah menentukan harga sewa. Riset harga sewa mutlak harus dilakukan. Anda bisa memanfaatkan kecanggihan internet untuk mengakses informasi harga penyewaan. Misalnya, dengan menengok situs jual beli dan sewa properti yang menjamur saat ini.

Selain itu, jangan lupa melihat tetangga kanan-kiri yang menyewakan unit serupa. Tentukan juga, properti yang akan Anda sewakan itu tergolong non furnished alias tanpa perabot, semi furnished, atau lengkap dengan perabot? Faktor ini turut menentukan harga sewa properti Anda.

Hitung tarif sewa

Prita menegaskan, potensi keuntungan dan risiko investasi dari properti yang kita sewakan, perlu dihitung cermat. Tentukan berapa target return sewa berikut rerata kenaikan tarif sewa. Itu perlu untuk melihat nilai wajar properti milik Anda.

Sementara menurut Dini, untuk menentukan tarif sewa Anda bisa mengacu pada tingkat kapitalisasi properti yang kita sewakan.

"Rata-rata tingkat kapitalisasi properti rumah adalah 3 persen sampai 5 persen, sedangkan apartemen sekitar 7 persen sampai 12 persen. Itu tergantung dari lokasi juga," jelasnya.

Sebagai gambaran, Anda membeli apartemen Rp 440 juta, harga sewa Anda minimal sebesar Rp 440 juta x 12 persen, ekuivalen Rp 52,8 juta per tahun atau Rp 4,4 juta per bulan. Anda bisa membuka pintu negosiasi dengan calon penyewa yang hendak membayar sewa di depan sekaligus selama satu tahun.

Menyusun kontrak sewa

Setelah meriset harga sewa dan menentukan tarif sewa properti milik Anda, kini tiba saat menyusun draf kontrak sewa. Isi draf kontrak selain memuat tarif sewa dan skema pembayaran: apakah setahun sekali, atau per kuartal atau per bulan. Kontrak juga memuat persyaratan menjadi penyewa, mulai dari persyaratan standar, seperti identitas (KTP), lalu nomor kontak yang bisa dihubungi, dan kontak darurat. Anda bisa mensyaratkan penempatan deposit bernilai tertentu sebagai dana darurat ketika ada kerusakan pada unit yang disewakan.

"Saat si penyewa tidak mengganti, Anda bisa menggunakan deposit itu," kata Dini.

Jangan lupa, draft kontrak sewa juga perlu memuat perjanjian terkait biaya rutin. Pastikan di awal, apakah tarif sewa yang Anda pasang itu sudah termasuk biaya perawatan, biaya listrik, air, dan fasilitas lain.

Mulai pasarkan!

Memanfaatkan jasa pemasaran properti online termasuk yang paling efektif. Bisa lewat situs jual beli dan sewa properti yang kini mewabah, atau membuat domain situs sendiri jika unit yang Anda tawarkan cukup banyak pilihannya. Anda juga bisa memakai jasa marketing developer, terutama untuk apartemen atau ruko.

"Biayanya berkisar 5 persen dari harga sewa per bulan," kata Dini.

Jasa broker properti juga bisa Anda manfaatkan. Pilihan ini juga membutuhkan biaya. Fee broker properti asumsikan sekitar 2,5 persen - 3 persen. Prita menilai, memakai jasa agen atau koordinator marketing properti lebih efektif.

"Itu untuk menghindari kesulitan dalam melayani calon penyewa," katanya.

Anda juga bisa memilih kondominium hotel karena urusan pemasaran sudah ditangani manajemen pengembang. Itulah pemanasan yang harus Anda lakukan sebelum mengambil keputusan berinvestasi properti sewa. Selamat berbisnis!

dan untul lebih expert di bidang properti ikuti program training di http://propertybusinessacademy.com/

Aturan Main Ketika Menyewakan Rumah

Written By Unknown on Wednesday, June 5, 2013 | 1:01 AM


Rumah merupakan properti yang bisa "dikaryakan" untuk menambah penghasilan. Salah satu caranya adalah dengan menyewakannya. Namun, agar terlindung secara hukum ketika menyewakan rumah, Anda harus membuat perjanjian sewa menyewa rumah dengan memperhatikan beberapa klausul.

Untuk melindungi praktik sewa menyewa rumah, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah no. 44/1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik. Peraturan ini akan memberikan jaminan perlindungan hukum, baik bagi pemilik maupun penyewa/penghuni.

Menurut konsultan hukum properti, Cyntia P. Dewantoro SH, bila Anda berencana menyewakan rumah Anda harus memperhatikan perjanjian hukum antara pemilik rumah dengan penyewa rumah. Di dalam PP No 44/1994 itu disebutkan bahwa penghunian rumah oleh bukan pemilik dengan cara sewa menyewa hanya sah apabila ada persetujuan atau izin pemilik. Persetujuan ini dapat dibuat dalam bentuk perjanjian tertulis.

Ada 3 klausul yang patut diperjanjikan di dalam perjanjian sewa menyewa, yaitu klausul hak dan kewajiban, klausul jangka waktu sewa, dan klausul besarnya harga sewa. Simak berikut ini:

Memperhatikan hak dan kewajibannya

Klausul hak dan kewajiban merupakan klausul yang perlu diperhatikan oleh Anda (pemilik) dan penyewa. Masing-masing pihak harus mengerti dan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya dan mendapatkan apa yang sudah menjadi haknya.

Sebagai pemilik rumah, Anda memiliki hak menerima uang sewa dari penyewa dan menyerahkan rumah dalam keadaan baik sesuai kondisi yang tercantum di dalam perjanjian. Kondisi rumah yang baik tidak hanya dari segi fisik, melainkan juga non-fisik. Adapun kondisi non-fisik yang dimaksud adalah kondisi rumah secara hukum; rumah yang disewakan harus bersih dari sengketa dan tidak sedang dijaminkan.

Sementara itu, pihak penyewa berkewajiban menggunakan dan menempati rumah tersebut sesuai dengan fungsinya. Selain itu perlu dijelaskan di dalam klausul hak dan kewajiban, terutama soal siapa yang akan membayar tagihan biaya yang timbul selama penyewa menempati rumah tersebut (seperti listrik, telepon, dan air).

Sebagai catatan, bila biaya-biaya tersebut ditanggung oleh penyewa, usahakan Anda meminta uang jaminan kepada penyewa pada saat pembayaran uang sewa pertama kali. Uang jaminan ini digunakan bila ada tunggakan tagihan pemakaian listrik atau telepon, setelah penyewa meninggalkan rumah.

Sebaliknya, bila uang jaminan tidak Anda sertakan dalam kluasul perjanjian, dikhawatirkan pada akhir perjanjian sewa-menyewa rumah, penyewa meninggalkan tunggakan tagihan dalam jumlah besar. Di lain pihak, pembayaran tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB), dibebankan kepada pemilik rumah. Penyewa tidak ada kewajiban untuk membayar tagihan PBB.

Menurut Cyntia, pembayaran PBB rumah yang disewakan dikenakan kepada siapapun yang mengambil manfaat atas rumah/tanah yang bersangkutan. Dalam hal ini, Anda sebagai pemilik rumah wajib membayar PBB bila sudah jatuh tempo

Tabungan Perumahan Rakyat Masih Wacana


Pemerintah mewacanakan akan membuat program tabungan perumahan rakyat (tapera). Program tersebut akan memenuhi kebutuhan buruh swasta maupun pegawai BUMN untuk mendapatkan rumah layak dengan cara mencicil.


Konsep iuran itu akan mempermudah mereka mendapatkan rumah sewa atau milik sendiri nantinya. Tapi, kita akan putuskan untuk menjaring aspirasi dari semuanya, maunya seperti apa.
-- Hatta Rajasa

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan program tersebut akan diwujudkan dalam undang-undang dan harus mendapat persetujuan dari DPR.

"Ini baru rancangan undang-undang, itu usulan pemerintah. Nanti diputuskan oleh DPR," kata Hatta selepas rapat koordinasi tentang Tapera di kantornya, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Hatta menambahkan, program ini akan berlaku bagi semua pekerja baik di BUMN, pegawai negeri sipil atau semua masyarakat yang ingin memiliki rumah. Nantinya, Dinas Tenaga Kerja hingga BUMN akan melakukan pertemuan terkait aspirasi dari program ini. Sebab, program ini belum bisa berjalan karena belum ada konsep yang jelas, terutama masalah iuran.

"Memang konsep iuran itu akan mempermudah mereka mendapatkan rumah sewa atau milik sendiri nantinya. Tapi, kita akan putuskan untuk menjaring aspirasi dari semuanya, maunya seperti apa," tambahnya.

Saat ini, pemerintah telah membentuk tim untuk bisa menyelesaikan rancangan undang-undang Tapera ini. RUU itu nantinya juga mengatur masyarakat untuk memilih, akan membeli rumah susun atau rumah dengan tanah sendiri.

"Kita minta semua tim untuk memecahkan perumahan di dalam negeri," katanya.

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menambahkan program Tapera akan lebih gampang dengan cara iuran. Dengan cara ini, masyarakat bisa memotong gaji, misalnya 2,5 persen untuk program tabungan ini. Nantinya, dana tersebut akan dikelola oleh badan khusus yang sudah dibentuk oleh undang-undang. Cara seperti ini, kata Djan, sudah pernah dilakukan di Singapura.

"Mereka di Singapura awalnya potong gaji 50 persen, lalu turun jadi 36 persen dan sekarang 24 persen. Sekarang sekitar 84 persen penduduk di Singapura sudah terpenuhi program perumahannya," kata Djan.

Nantinya, cicilan Tapera ini akan disesuaikan dengan jumlah cicilan sekaligus waktu yang diinginkan, misalnya 20 hingga 30 tahun. Karena tanah terbatas, maka pemerintah juga akan membuat konsep membuat rumah susun sewa. Terkait undang-undang ini, realisasinya akan menunggu persetujuan DPR.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Pansus RUU Tabungan Perumahan Rakyat Yoseph Umarhadi mempertanyakan sikap pemerintah yang sampai saat ini menolak untuk memberikan modal awal sebesar satu triliun rupiah untuk pembangunan rumah rakyat miskin. Penyediaan rumah bagi rakyat tidak mampu adalah kewajiban negara

dan jadilah expert dalam dunia property dengan mengikuti training di http://propertybusinessacademy.com/

Mari ciptakan kualitas tidur terbaik

Written By Unknown on Tuesday, June 4, 2013 | 1:53 AM


Kualitas tidur mampu berpengaruh pada kualitas dan produktifitas Anda dalam bekerja. Jika selama ini mengalami kesulitan tidur pada malam hari dan merasa tidak nyaman keesokan paginya, ada baiknya Anda mencari tahu masalah di kamar tidur Anda. Lakukan segera, sebelum memberikan akibat lebih besar.

Beberapa masalah yang sering ditemui dalam kasus kesulitan tidur adalah ketidakmungkinan pemilik kamar untuk beristirahat dengan baik, entah karena tetangga bising atau kondisi kamar tidak memadai.

Kamar tidur ideal adalah kamar yang benar-benar ditujukan untuk beristirahat. Untuk itu, hindari membawa pekerjaan Anda ke kamar tidur, dan pastikan kamar cukup nyaman dari berbagai "masalah". Berikut ini cara-cara mengatasi masalah-masalah di kamar tidur Anda:

Menganulir bising

Jika kamar tidur Anda menghadap atau dekat dengan jalan raya, kemungkinan Anda akan mengalami kebisingan di malam hari. Ada beberapa solusi untuk mengatasi kebisingan di luar kamar tidur Anda. Pertama, sediakan white noise di kamar Anda.

White noise dapat berasal dari suara mesin atau suara air. Anda bisa memasang white noise buatan dengan menggunakan bantuan telepon cerdas Anda.

Kedua, nyalakan radio atau televisi di kamar Anda. Sebaiknya, berikan timer agar radio mampu padam setelah satu jam. Dengan cara ini, siaran radio tidak akan membangunkan Anda pada tengah malam. Anda juga bisa menggunakan cara mudah, yaitu menggunakan earplug.

Kurangi cahaya

Tidur dengan lampu yang begitu terang akan mengurangi kenyamanan Anda. Pastikan Anda memiliki beberapa pilihan lampu dan cahaya.

Redupkan lampu Anda sebelum tidur. Jika Anda memiliki siklus hidup yang berbeda akibat pekerjaan Anda, mungkin Anda membutuhkan gorden lebih tebal dari orang lain.

Gunakan gorden berbahan polyester nonwoven untuk menghindari tembusnya cahaya matahari ke dalam kamar. Sediakan juga penutup mata agar cahaya tidak "menyelip" dan mengganggu tidur Anda.

Ciptakan ruang santai

Pastikan Anda menyediakan perlengkapan untuk menunjang tidur Anda, seperti musik yang lembut, teh hangat sebelum tidur, serta wewangian menenangkan. Anda juga bisa menyediakan bacaan ringan untuk menemani Anda sebelum tertidur.

Untuk menyediakan ini semua, pastikan Anda menyediakan permukaan di dekat tempat tidur. Sediakan nightstand untuk memudahkan Anda meletakkan berbagai keperluan dan wewangian lavender.

Taman untuk Rumah minimalis

Written By Unknown on Monday, June 3, 2013 | 8:41 PM





Membuat taman di pekarangan rumah dapat menjadi solusi tepat menghilangkan stres. Bayangkan, Anda dapat melepas kepenatan setelah seminggu penuh bekerja dan menghadapi lalu lintas padat setiap harinya.

Namun, ada beberapa hal sebaiknya Anda perhatikan dalam pembuatan taman, terutama di kota besar seperti Jakarta. Dalam sebuah obrolan singkat, arsitek lanskap yang juga aktif "menghijaukan Jakarta", Nirwono Joga, mengatakan untuk membuat taman rumah, ada baiknya kita melihat lokasi dan arsitektur bangun rumahnya. Hal ini untuk menciptakan suasana harmonis dan selaras dengan lingkungan sekitar hunian.

"Untuk di Jakarta, kita bisa membuat taman rumah tropis. Dengan prinsip utama memberikan keteduhan, ada pohonnya yang menyerap gas polutan dan menyerap air," ujar Nirwono.

Ia mengatakan, meskipun pada umumnya rumah-rumah baru di Jakarta memiliki konsep hunian minimalis, tidak berarti taman pada rumah-rumah tersebut juga harus bergaya minimalis. Prinsip taman yang mampu memberikan keteduhan dan menyerap polutan dapat dicapai dengan menanam tanaman-tanaman berukuran cukup besar. Jenis-jenis taman seperti taman mediterania, taman bergaya Jepang, atau taman sederhana bergaya Amerika sebenarnya juga bisa tampil cantik di rumah minimalis Anda.

Namun, tidak salah juga jika Anda ingin membuat taman minimalis bergaya tropis. Taman-taman seperti ini umumnya menggunakan tanaman hijau, tumbuh tegak, dan tidak memiliki daun yang mudah berguguran. Anda bisa menanam cemara, kaktus, buah naga, palem, dan bambu kuning. Anda juga bisa memanfaatkan melati atau teh-tehan sebagai pagar hidup.

Selain keindahan, menjaga cadangan air tanah melalui taman di rumah adalah hal penting. Caranya, Anda dapat membuat taman yang mampu menyerap air lewat lubang-lubang biopori. Hindari menutup taman Anda sepenuhnya dengan beton atau aspal. Sebaliknya, Anda bisa menggunakan konblok.

Alternatif lain, gunakan batu-batu kerikil untuk menutupi taman Anda. Batu-batu kerikil mempermudah air hujan tetap masuk ke dalam tanah melalui celahnya. Namun, tekstur batu tetap kasar. Hal ini membuat permukaannya tidak licin dan aman bagi Anda meski dalam keadaan basah.

Selamat bertaman!

3 Developer Muda calon pengganti ciputra


Indonesia boleh bernafas lega karena dapat melahirkan generasi-generasi muda yang bervisi ke depan dan mewarnai konstelasi sektor properti. Prestasi mereka ini, tak langsung turun dari langit. Melainkan melalui elan positif, semangat, kerja keras dan pantang menyerah. Tak heran, kiprah mereka menyita perhatian publik. Mereka bahkan telah siap mengambil alih peran generasi pendahulu seperti Ciputra. Siapa para pengembang muda dengan kualifikasi menjanjikan tersebut?

Berikut profil mereka:

Elang Gumilang

Dalam usianya yang relatif belia, 28 tahun, ia patut menjadi teladan. Elang Gumilang kini memiliki holding company Elang Group yang menaungi dua perusahaan inti; PT Elang Semestaguna (Gemilang Property) dan PT Dwikarta Semestaguna. Yang pertama bergerak di sektor properti, lainnya perencanaan wilayah, konstruksi, arsitektur, hingga material bangunan. Ibarat burung, kepakkan sayap Elang, kian menjulang. Jika tiga tahun silam konsentrasi bisnisnya, melalui perusahaan pengembang Gemilang Property, pada properti kelas bawah. Kini ia menjelajah kelas di atasnya. Elang mengembangkan perumahan berkonsep "real estate" dengan harga jual antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar di kawasan Bogor Barat.

Peraih Wirausaha Mandiri 2007 ini memang sarat prestasi dan pantas menjadi inspirasi. Sebelum memutuskan untuk naik kelas, Elang telah berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kiprahnya dimulai dari koordinat nol tahun 2007, saat lulusan Institut Pertanian Bogor ini mengembangkan portofolio perdananya, Gemilang Property Griya Salak Endah I, Bogor. Meski sempat  tak dipercaya lembaga keuangan modern, tak mengurungkan tekadnya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesamanya. Hingga kini, Elang dan kelompok usahanya telah membangun 13 perumahan untuk MBR yang tersebar di beberapa lokasi pinggiran kota Bogor.

Ghofar Rozaq Nazila

Anak muda kelahiran 3 Februari 1982 ini merekam jejaknya sebagai pengembang sejak 2005. Bersama rekannya sesama alumni Universitas Indonesia, Ghofar membangun perusahaan pengembang berbendera Relife Property Group. Sepanjang sejarahnya, Relife Property berhasil mendapatkan berbagai penghargaan prestisius antara lain Indocement Award 2010 untuk The Best Performance in Marketing Stratgey and Customer Satisfaction.

Sejak menempati posisi sebagai CEO pada 2010 lalu, kinerja dan prestasi Relife Property tumbuh positif. Target pendapatan setiap tahun selalu terpenuhi. Kuartal I 2013, pendapatan yang sudah terbukukan mencapai hampir Rp 100 miliar dari lima proyek dengan rentang harga Rp 300 juta-Rp 1 miliar per unit. Ke depan, Relife Property fokus melakukan ekspansi di Makassar, Sulawesi Selatan dengan mengembangkan perumahan terintegrasi seluas 50 hektar dan eco resort di Lombok, Nusa Tenggara Barat, seluas 320 hektar. Selain berekspansi, mereka juga mulai menjajaki kelas lebih tinggi dengan membangun perumahan seharga Rp 600 juta-Rp 1,2 miliar. Memasuki usianya yang ke-delapan, Relife Property Group telah memiliki 12 portofolio properti.

AriTri Priyono

Ari mendirikan Riscon Victory  tahun  2004. Awalnya ia membangun rumah beberapa unit saja. Hingga kemudian rumah-rumah tersebut disambut antusias. Pasalnya, harganya sangat terjangkau, di bawah Rp 100 juta per unit. Kemudian tahun 2005, Ari mulai mengembangkan perumahan dengan skala lebih besar, namun tetap setia pada rumah sederhana sehat (RSH) sebanyak 60 unit. Nama perumahan pertama ini adalah Griya Kalisuren yang berlokasi di Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Bogor.

Kesuksesan portofolio perdananya, memacu Riscon Victory mengembangkan sejumlah proyek lainnya. Seperti pabrik, rumah tinggal, gedung pemerintah, infrastruktur dan fasilitas lainnya. Sejak akhir tahun 2005, Riscon Victory secara resmi menjadi anggota tetap Asosiasi Pengembang Perumahan & Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI). Hingga akhir tahun 2012, mereka telah mengerjakan 24 proyek di berbagai lokasi.

Tak puas hanya menjadi pengembang, Ari pun bermain di industri terkait properti yakni material bangunan. Ia secara formal mendirikan badan hukum PT Citra Las. Selain itu, mereka juga mengerjakan sendiri konstruksi properti-propertinya atas nama PT Okarista Sejati, PT Hassanah Farm untuk lansekap dan PT Riscon Property untuk promosi dan pemasarannya. Dengan strategi penguasaan bisnis dari ‘hulu’ ke ‘hilir’ ini, Riscon Victory mampu mencetak omset sampai Rp 100 miliar tahun lalu.

tidak mau kalah dengan 3 orang ini ? ikuti pelatihan di http://propertybusinessacademy.com/

Indikasi buble property

Written By Unknown on Sunday, June 2, 2013 | 11:48 PM


 Indikasi "bubble" properti harusnya disikapi dengan hati-hati. Selama laju pertumbuhan sektor properti dan stabilitas ekonomi di angka 6 persen mampu dipertahankan pada tingkat positif, maka kondisi akan aman. Sehingga para pemain sektor properti terkait seperti pengembang dan perbankan dapat melakukan percepatan pencapaian target mereka.


Meski sektor properti tumbuh pesat, namun kami tetap hati-hati. Tidak terlalu agresif tapi tetap mengejar pertumbuhan. Untuk itu, kami berlaku selektif kepada masyarakat atau pengembang yang memiliki reputasi bagus.
-- Tony Tardjo

Salah satunya CIMB Niaga. Mereka berharap target KPR tersalurkan dapat tercapai. Hingga kuartal I 2013 berakhir, CIMB Niaga sudah mengelola KPR sebesar Rp 21, 52 triliun. Sementara total kelolaan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 20,58 triliun. Porsi KPR sendiri sebanyak 40 persen dari total kredit konsumsi sebesar Rp 45 triliun. Tumbuh 20 hingga 25 persen dibanding tahun lalu.

Menurut Head of Consummer Lending CIMB Niagar, Tony Tardjo, pertumbuhan KPR awal tahun memang cenderung melambat sehingga pertambahan baru beberapa triliun dari periode yang sama. Namun, kondisi itu akan berubah saat kuartal dua dan tiga.

"Meski sektor properti tumbuh pesat, namun kami tetap hati-hati. Tidak terlalu agresif tapi tetap mengejar pertumbuhan. Untuk itu, kami berlaku selektif dengan mengucurkan KPR kepada masyarakat atau pengembang yang memiliki reputasi bagus," ujar Tony kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Seleksi terhadap nasabah ataupun pengembang, lanjut Tony, merupakan upaya efektif untuk menekan kinerja negatif pinjaman (non performing loan). Selain itu juga kualitas portofolio properti yang akan dibiayai merupakan salah satu faktor yang selama ini harus dipertimbangkan.

Sektor properti masih aman jika beberapa indikator masih dapat dipertahankan. "Pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, dan suku bunga harus dijaga. Pemberlakuan aturan loan to value juga merupakan aksi pencegahan secara dini agar "bubble" tida pecah. Selama permintaan ada, saya belum khawatir," imbuh Tony.


Ubah Strategi

Selain perbankan yang menerapkan prinsip kehati-hatian. Pengembang pun melakukan hal yang sama. Relife Property Group memilih untuk melakukan ekspansi yang aman. Dalam arti tidak terlalu agresif, namun tetap menambah portofolio dan kualitasnya setiap tahun.

Dikatakan CEO Relife Property Group, Gofar Rozaq Nazila, pesatnya laju pertumbuhan properti justru harus disikapi dengan perubahan internal. Pihaknya menjadikan gegap gempita kondisi aktual berikut kekhawatiran "bubble" sebagai momentum merapikan pendapatan penjualan.

"Target pendapatan kuartal I 2013 tercapai, hampir Rp 100 miliar dari 5 proyek. Rentang harga sekitar Rp 300 juta-1 miliar per unit," ungkap Gofar seraya menambahkan Relife Property Group saat ini lebih menyasar segmen menengah atas. Pasalnya, kelas inilah yang memiliki kemampuan beli dan daya tahan paling kuat. Sehingga memicu mereka bermain di perumahan bertipe 50 hingga 90 meter persegi seharga Rp 600 juta-Rp 1 miliar.

untuk itu, cepatlah menjadi ahli di bidang property dengan mengikuti pelatihan di http://propertybusinessacademy.com/
 
Support : Blog Unik | Website PBA | Property bussiness academy
Copyright © 2011. Training Property - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger